This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Desember 2013

Renungan malam

  selayaknya kita sebagai makhluk dimuka bumi ini lebih bisa  memposisikan diri kita dengan sebaik mungkin, janganlah kita bertindak sesuka hati kita tampa mlihat akibat dari apa yang kita lakukan ingatlah bahwa anda hidup didunia ini adalah sebagai kholifah sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-qur'an dan As-sunnah kita adalah makhluk yang beragama dan berbudi pekerti yang baik sudah seharusnya kita memberikan contoh kepada masyarakat sekitar atau hal layak sekitar.
  kita pasti mengetahui bahwa tindakan mengambil hak orng lain adalah peilaku yang sangat tidak baik tapi mengapa dijaman seperti ini masih banyak saja tindakan-tindakan seperti itu saya tidak faham dengan kemauan orang-orang dijaman sekarang dia tega bersenang-senang diatas penderitaan orang lain lantas buat apa ibadahnya selama ini, dia selalu meluangkan waktunya untuk ibadah dan mndatangi majlis-majlis atau bahkan menyumbang demi kebaikan.
  jadi jangan sia-siakan hidup kita yang singkat ini untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, gunakanlah waktu kita dengan sebaik mungkain dan gunakan untuk selalu mndekatkan diri kita pada sang khaliq buatlah orang-orang disekitar anda tersenyum dan bangga atas tindakan positifmu.
 Marilah kita saling menyeru dalam hal kebaikan dan saling mengingatkan satu sama lain kita yakin dengan kita petrsatukan ukhuwah islamiyah ini  kita akan selalu diberikan jalan kemudahan dan selalu berada dalam naungan sang ilahi.
 Amin ya robbal alamin

sekilas bersama Nur rahman nuak gagah

Senin, 09 Desember 2013

Akhlak beradab yang baik

Anak yang beradab kepada keluarganya
1-      Saudara laki-lakimu dan saudara perempeuanmu adalah seseorang yang dekat kepadamu, selain kedua orang tuamu, apabila kamu ingin kedua orang tuamu senang terhadapmu maka berbuat baiklah kepadanya dengan menghormati kakak laki-lakimu dan kakak perempuanmu, cintailah kedunya dengan cinta yang tulus, ikutilah nashat keduanya, dan sayangilah adik laki-lakimu dan adik perempuanmu cintailah keduanya juga dengan kecintaan yang baik, janganlah menyakiti keduanya dengan memukulnya atau mencaci maki keduanya, janganlah menyakitinya dan merusak mainanya karena perbuatan itu akan membuat kedua orang tuamu marah kepadamu.

2-      Demikian juga janganlah bertengkar (bercekcok) kepada saudara laki-lakimu dan saudara perempuanmu ketika kamu hendak masuk kamar mandi, berebut mainan, ketika hendak duduk diatas kursi dan karna sesuatu yang lain, tunjukanlah kesalahannya kepda saudaramu dengan cara baik-baik agar ia tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya dan jauhilah banyak bergurau karena akan menyebabkan iri dengki dan bermusuhan.

Jumat, 06 Desember 2013


Kamis, 05 Desember 2013

pra makalah akhlak

Syarh Hadits Ke-16 Arbain An-Nawawiyyah: Jangan Marah..
Oleh Ustadz Abu Utsman Kharisman
(Syarh Hadits Ke-16 Arbain anNawawiyyah)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ [رواه البخاري]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah engkau marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah”.
(HR. al-Bukhari)
PENJELASAN HADITS
Seorang laki-laki datang kepada Nabi dan meminta  diberi wasiat. Nabi mewasiatkan kepadanya untuk jangan marah. Hal itu diulangi beberapa kali, menunjukkan pentingnya wasiat tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa menahan amarah memiliki kedudukan, manfaat, dan keutamaan yang tinggi. Sebagian ulama’ menyatakan bahwa wasiat Nabi disesuaikan dengan keadaan orang yang meminta wasiat. Orang yang meminta wasiat tersebut adalah seorang pemarah, maka Nabi memberikan wasiat kepadanya agar jangan marah.
Janganlah engkau marah”,  kata sebagian para Ulama’ mengandung 2 makna:
  1. Latihlah dirimu untuk senantiasa bersikap sabar dan pemaaf, jangan jadi orang yang mudah marah.
  2. Jika timbul perasaan marah dalam dirimu, kendalikan diri, tahan ucapan dan perbuatan agar jangan sampai terjadi hal-hal yang engkau sesali nantinya. Tahan diri agar jangan sampai berkata atau berbuat hal-hal yang tidak diridhai Allah.
    (disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di)
Marah Sumber Keburukan
Dalam hadits riwayat Ahmad, laki-laki yang meminta wasiat kepada Nabi itu berkata: “(kemudian aku memikirkan wasiat Nabi tersebut), ternyata kemarahan adalah mencakup keburukan seluruhnya”.
Jika seseorang marah dan tidak berusaha untuk mengendalikannya, ia akan berbicara atau berbuat di luar kesadaran sehingga nanti akan ia sesali. Betapa banyak kalimat talak diucapkan suami karena marah, dan setelah kemarahannya mereda ia sangat menyesal. Ada juga orangtua yang sangat marah kepada anaknya sehingga memukul dan menganiayanya, akibatnya anaknya menjadi cacat. Betapa banyak kemarahan menyebabkan hubungan persaudaraan menjadi putus, harta benda dirusak dan dihancurkan. Semua itu menunjukkan bahwa kemarahan yang tidak dikendalikan akan menyebabkan keburukan-keburukan.
Keutamaan Menahan Amarah
Menahan amarah adalah sebab memperoleh ampunan Allah dan surga-Nya:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang lebarnya (seluas) langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertakwa, yaitu orang yang menginfakkan (hartanya) di waktu lapang atau susah, dan orang-orang yang menahan amarah, dan bersikap pemaaf kepada manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik”
(Q.S Ali Imran:133-134)
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَغْضَبْ وِلَكَ الْجَنَّة
“Janganlah engkau marah, niscaya engkau mendapat surga
(HR at-Thobarony dan dishahihkan oleh al-Mundziri)